Inflasi Indonesia Pada 2019 Terendah 20 Tahun Terakhir

Inflasi Indonesia Pada 2019 Terendah 20 Tahun Terakhir
Pemerintah: Batas Tertinggi Biaya Pemeriksaan Swab Mandiri Rp 900.000
Pencairan Bantuan Subsidi Upah Tahap I dan II Capai 95,4%

Inflasi Indonesia pada 2019 tercatat sebesar 2,72 persen. Ini merupakan angka inflasi terendah sepanjang 20 tahun terakhir setelah krisis moneter yang terjadi pada 1998.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia menjelaskan empat alasan terkait rendahnya inflasi Indonesia pada 2019.

“Pertama, bahwa kapasitas produksi atau pasokan jauh lebih memadai dari permintaan. Permintaan memang naik tapi kapasitas produksi kita masih memenuhi sehingga produsen itu masih bisa memenuhi permintaan atau kesenjangan, output gap kita masih negatif,” jelasnya.

Kedua, adanya koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan keterjangkauan harga. “Itu menunjukkan mengapa inflasi volatile food rendah dan sejumlah barang komoditas itu deflasi, seperti bawang merah. Cabai naik sedikit tapi tidak terlalu besar, hampir semua komponen itu mengalami inflasi yang rendah bahkan deflasi,” katanya.

Ketiga, stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah yang mempengaruhi harga barang atas impor tidak begitu tinggi. Meskipun terdapat tekanan akan ketidakpastian global. “Bahkan mengalami apresiasi sehingga tekanan harga dari eksternal dan global sangat rendah bahkan tidak signifikan sebab stabilitas nilai tukar yang terkendali bahkan apresiasi menguat membuat harga atas barang-barang yang diimpor itu rendah,” tuturnya.

Terakhir, terjaganya ekspektasi harga-harga ke depan di dalam survei, ekspektasi konsumen maupun juga perkiraan-perkiraan inflasi para ekonom, produsen dan konsumen terjaga rendah.

COMMENTS