Elang Hitam, Pesawat Udara Nirawak Milik Indonesia

Elang Hitam, Pesawat Udara Nirawak Milik Indonesia
Dana Investor Dunia Pindah dari India ke Indonesia, Rupiah Berjaya
Indonesia Naik Peringkat menjadi Upper Middle Income Country

Indonesia tengah membuat drone atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) bernama Elang Hitam.

Pesawat ini diproduksi oleh konsorsium Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ikut bergabung pada tahun 2019. Setelahnya tahap manufacturing drone yang diawali oleh proses design structure, perhitungan finite element method, pembuatan gambar 3D, dan detail gambar 2D yang dikerjakan oleh engineer BPPT dan disupervisi oleh PT Dirgantara Indonesia. Rencananya, seluruh uji kelaikan dan proses sertifikasi akan selesai pada 2023.

Elang Hitam menggunakan mesin Rotax dari Austria, memiliki flight control system (FCS) asal Spanyol, dan dilengkapi persenjataan rudal. Selain itu, pesawat ini memiliki radius line of sight (LOS) sejauh 250 km, mampu terbang hingga 23 ribu kaki dan selama 30 jam, juga kecepatan maksimal 235 km per jam.

Berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE), drone tersebut akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI Angkatan Udara. Drone ini rencananya akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang selama 24 jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 kaki.

Pesawat udara nirawak ini mampu terbang selama 24 jam dan difungsikan sebagai penjaga kedaulatan NKRI melalui udara. Mengingat kebutuhan pengawasan di udara terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti ilegal logging dan ilegal fishing

COMMENTS